Ahmad Muzani Minta Kasus Muhammad Zyukri Zen Jadi Pelajaran Berharga

ahmad muzani

JAKARTA, crowdpainter.com – Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra, Ahmad Muzani mengajak semua kader partai di seluruh Indonesia untuk menjadikan kasus penganiayaan terhadap perempuan yang dilakukan oleh Muhammad Syukri Zen di SPBU Palembang menjadi pembelajaran berharga.

Ia meminta, jangan sampai ada lagi kader Gerindra yang melakukan hal serupa, termasuk melakukan tindakan-tindakan yang bisa menciderai nama baik partai.

“Tidak boleh ada lagi anggota Gerindra yang bertindak melakukan kekerasan seperti di Palembang kemarin. Itu adalah yang pertama dan yang terakhir,” kata Muzani saat menghadiri konsolidasi dengan pengurus PAC dan DPC Gerindra Brebes, Tegal, dan Kota Tegal di Tembok Lor, Tegal, Jawa Tengah, Minggu (29/8).

Kemudian, Muzani juga menyebut bahwa jangan sampai hanya gara-gara satu atau dua oknum kader yang berlaku buruk malah menghambat perjuangan politik yang dipimpin oleh Prabowo Subianto itu.

“Kita tidak ingin semangat kita memenangkan Prabowo Presiden, Gerindra menang tergerus akibat ulah satu, dua orang anggota partai,” ujarnya.

Muzani mengingatkan, bahwa partai Gerindra tak segan-segan mengambil langkah sangat keras kepada kader partai yang nakal.

“Partai akan bertindak tegas terhadap orang yang melakukan cara-cara seperti itu,” tegasnya.

Terakhir, Ahmad Muzani menjelaskan, bahwa Partai Gerindra saat ini tengah berjuang untuk menjadikan bangsa Indonesia kuat dan disegani dunia internasional. Perang Rusia dengan Ukraina berimplikasi terhadap adanya ancaman nyata krisis pangan dan energi yang dihadapi setiap negara di dunia.

Perlu diketahui, bahwa anggota DPRD Kota Palembang dari Fraksi Gerindra, Muhammad Syukri Zen yang dikabarkan telah melakukan pemulukan terhadap wanita paruh baya di SPBU Demang Lebar Daun, Kecamatan Ilir Barat 1 Palembang pada hari Jumat 5 Agustus 2022 malam pukul 19.00 WIB.

Penyebab peristiwa itu adalah keduanya terlibat rebutan antrean pengisian BBM di SPBU tersebut. Akibat dari insiden itu, sang wanita bernama Thata (31) mengalami luka-luka.

Akibat insiden itu, Tatha pun melaporkan aksi penganiayaan itu kepada polisi dengan terbitnya laporan bernomor LPB/536/VIII/2022/Sek.IBJ/Polrestabes Plg/Polda Sumsel. Hasilnya, Muhammad Syukri Zen akhirnya dijemput paksa oleh Satreskrim Polrestabes Palembang pada Rabu (24/8) malam.

Usai menjalani pemeriksaan, Muhammad Syukri Zen pun akhirnya ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat dengan Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman pidana penjara maksimal 5 tahun.

Dipecat Partai

Tidak hanya diproses hukum, bahkan Muhammad Zyukri Zen mendapatkan getah berlipat-lipat. Pasalnya, ia juga dipecat sebagai kader Partai Gerindra, sekaligus dicopot dari jabatannya saat ini sebagai anggota DPRD Palembang dari Fraksi Gerindra.

Kabar pemecatan ini pun dibenarkan oleh Ketua DPC Partai Gerindra Kota Palembang Muhammad Akbar Alfaro. Ia menyampaikan bahwa informasi pemecatan salah satu kadernya tersebut adalah benar adanya.

“Iya betul, Syukri Zen resmi diberhentikan dari keanggotaan Partai Gerindra dan anggota DPRD Komisi I periode 2019-2024 dari dapil VI wilayah Seberang Ulu (SU) I dan Jakabaring Palembang,” kata Alfaro kepada wartawan, Jumat (26/8).

Keputusan itu, kata Alfaro sesuai dengan hasil keputusan Mahkamah Kehormatan Partai Gerindra dalam sidang kode etik Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo, bahwa Muhammad Syukri Zen direkomendasikan dan diberhentikan.

Muhammad Akbar Alfaro mengatakan Partai Gerindra tinggal menunggu Surat Keputusan (SK) resmi dari Ketua Umum.

Atasnama Ketua Gerindra di Palembang, Alfaro menyatakan tak bisa memberikan toleransi apapun kepada Muhammad Syukri atas tindakannya yang merugikan masyarakat, terlebih lagi telah menciderai nama baik partai dengan lambang burung garuda itu.

“Saya tidak mentoleransi lagi, untuk salah satu oknum yang sudah membuat dan merusak nama baik Partai Gerindra,” ujarnya.

Lebih lanjut, Muhammad Akbar Alfaro juga menyampaikan permohonan maafnya kepada masyarakat luas, khususnya kepada korban penganiayaan Muhammad Syukri Zen.

“Sekali lagi, saya DPC Partai Gerindra Kota Palembang mengucapkan permohonan maaf kepada masyarakat Kota Palembang khusus masyarakat Indonesia atas kegaduhan ini,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.