ISEI Harap SDM Lokal Dikembangkan Demi Sambut IKN

IMG 20220831 WA0170

KUTAI KARTANEGARA, crowdpainter.com – Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Kutai Kartanegara (Kukar), Totok Heru Subroto menilai, bahwa pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara bisa memberikan dampak yang sangat baik bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Kehadiran IKN Kaltim yang hingga kini sudah pada pembangunan sarana fisik, pasti sangat berpengaruh positif terhadap pertumbuhan perekonomian masyarakat di Kukar,” kata Totok dalam keterangannya kepada wartawan di Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kukar, Kaltim, Rabu (31/8).

Apalagi kata dia, sejak IKN pertama kali diwacanakan kepindahannya dari Jakarta ke Kaltim sudah menjadi daya tarik tersendiri bagi pihak investor.

Kemudian, ditambah lagi dengan adanya UU IKN juga semakin memberikan kepastian hukum terhadap program besar ini.

“Dengan dikeluarkannya UU Nomor 3 Tahun 2022 tentang IKN juga semakin menunjukkan keseriusan kepindahan ibu kota negara dari Jakarta ke Kaltim,” ujarnya.

Lebih lanjut, penasihat Ikatan Paguyuban Keluarga Tanah Jawi di Kukar tersebut menilai, bahwa saat ini desain pengelolaan IKN pun masih diharapkan untuk disampaikan, apalagi berkaitan dengan pemetaan sumber daya manusia (SDM).

“Yang ditunggu saat ini adalah desain pengelolaan IKN nantinya seperti apa, karena akan berdampak juga terhadap investasi Sumber Daya Manusia (SDM) yang harus disiapkan,” tandasnya.

Apalagi kata Totok, pelaksanaan pembangunan IKN saat ini juga sudah terasa dampaknya bagi masyarakat di Kukar, salah satunya para investor luar Kaltim mulai melirik potensi Sumber Daya Alam (SDA) Kukar sebagai dari penyangga pengembangan kawasan IKN.

Saat disinggung terkait dengan potensi yang bisa dimaksimalkan di Kukar dalam menghadapi IKN, lulusan Magister Ekonomi Pembangunan Unhas Makassar ini menyebut, bahwa potensi perekonomian menyesuaikan potensi Kukar, seperti sektor pertambangan batu bara, pertanian dalam arti luas, dan ekonomi kreatif.

Untuk sektor pertambangan batu bara tidak bisa diandalkan ke depannya, karena akan habis dalam kurun waktu tertentu.

“Yang bisa diandalkan hanya sektor pertanian dalam arti luas dan ekonomi kreatif, karena dua sektor tersebut, bersentuhan langsung dengan masyarakat, yang diyakini mampu mensejahterakan rakyat,” ucapnya.

Untuk itu, Totok pun menilai bahwa organisasi ISEI memandang, perlu prioritas penguatan pembangunan di sektor ekonomi kreatif (ekraf) dan ekowisata.

“Dalam proses penguatannya harus diimbangi dengan prinsip transaksi ekonomi digital yang sudah harus diberlakukan di tempat publik, khususnya kawasan obyek wisata, karena zamannya saat ini sudah era digitalisasi,” paparnya.

Sehingga ketika wisatawan ingin berkunjung ke obyek wisata yang ada di Kukar, tidak perlu lagi membeli karcis manual, bisa langsung melalui perangkat digital seperti smartphone dengan memanfaatkan transaksi ekonomi digital.

“Ini yang diharapkan nantinya, transaksi ekonomi digital lebih efisien dan mengurangi kebocoran pendapatan daerah, karena semua sudah tersistem dengan IT,” kata Totok.

Terakhir, Asisten III Sekretariat Kabupaten Kukar bidang Administrasi Umum ini menyampaikan, bahwa saat ini ada tiga unsur profesi yang bergabung di ISEI Kukar dalam mengembangkan sistem transaksi digital yaitu ; akademisi, pelaku bisnis dan pemerintahan.

“Keputusan akhirnya tetap ada di pemerintahan, akademisi dan pelaku bisnis memberikan masukan positif agar perekonomian semakin kuat. ISEI memfokuskan percepatan ekonomi kreatif dan wisata,” pungkas Totok.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.