Kawal Kasus Brigadir J, Habib Syakur Nilai Mahfud MD Contoh Orang Bersih

habib syakur

JAKARTA, crowdpainter.com – Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK) Habib Syakur Ali Mahdi al Hamid mengapresiasi sikap Menko Polhukam Mahfud MD yang terus mengawal kasus tewasnya Brigadir Polisi Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J dengan baik.

Apalagi, pasca ada pengawalan khusus ini, seluruh skenario dusta Irjen Pol Ferdy Sambo dan berbagai kroninya sukses dibuat kocar-kacir.

“Awalnya kan rekayasanya luar biasa, tapi kocar-kacir saat pak Mahfud MD turun tangan atas perintah Presiden Jokowi,” kata Habib Syakur, Minggu (14/8/2022).

Kemudian, ulama asal kota Malang itu menilai bahwa selain karena tugasnya sebagai Menko Polhukam, penunjukan Mahfud dalam pengawalan kasus ini juga dinilai sangat tepat.

Hal ini terbukti dengan gamblangnya Mahfud mengupayakan agar kasusnya kembali ke jalur yang benar, tidak lagi berdasarkan rekaya yang selama ini terbang sejak pengumuman peristiwa tanggal 11 Juli 2022 berjalan.

Bahkan Habib Syakur juga menilai, integritas Mahfud MD terlihat juga di acara podcast bersama Deddy Corbuzier, banyak sekali informasi yang sensitif keluar dari lisan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu.

“Saya lihat Pak Mahfud seperti tak ada beban apapun saat menyampaikan progres pengawasannya. Ini bukti beliau clear and clean. Pak Jokowi tepat tunjuk beliau,” tandasnya.

Kemudian, Habib Syakur juga berharap agar Kapolri benar-benar menjalankan proses penegakan hukum ini dengan jujur, adil, profesional dan transparan.

“Saya kita Pak Kapolri harus memastikan integritas Polri clear. Jangan ada narasi yang aneh-aneh keluar dari korps ini. Ingat, publik bisa tak percaya lagi ke Polisi jika kasus ini berjalan mencla-mencle,” tuturnya.

Lebih lanjut, Habib Syakur juga berharap kasus tewasnya Brigadir J bisa tuntas seadil-adilnya.

“Nanti progresnya akan dilimpahkan ke Kejaksaan, Insya Allah, Allah Ta’ala memberikan kekuatan yang terbaik agar mereka bisa jalankan tugas dengan jujur adil dan profesional. Ini bukan pertaruhan institusi saja, tapi pertaruhan wajah penegakan hukum di Indonesia,” tegasnya.

“Jika kasus ini tak adil, jangan salahkan rakyat tak lagi percaya dengan hukum di Indonesia. Na’udzubillahi min dzaalik,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.