Mahfud MD Sebut Ferdy Sambo Diperiksa soal Etik di Mako Brimob

ferdy sambo dan brigadir j

JAKARTA, crowdpainter.com – Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Prof Mohammad Mahfud MD membenarkan, bahwa dirinya mendapatkan kabar jika Irjen Pol Ferdy Sambo sedang diperiksa dalam dugaan pelanggaran kode etik kepolisian di Mako Brimob.

“Ya, saya sudah mendapat info bahwa Irjen Ferdy Sambo dibawa ke Mako Brimob dan Provos,” kata Mahfud MD, Sabtu (6/8).

Dalam kasus ini, Mahfud menyebut bahwa pemeriksaan etik bisa sama-sama berjalan dengan pemeriksaan pidana. Sehingga sah-sah saja ketika kedua pemeriksaan itu berjalan berbarengan.

“Menurut hukum, pelanggaran etik dan pelanggaran pidana itu bisa sama-sana jalan, tidak harus saling menunggu dan tidak bisa saling meniadakan,” ujarnya.

Artinya, kata Mahfud, ketika seseorang dijatuhi sanksi etik bukan berarti dugaan pidananya dikesampingkan.

“Pelanggaran etik diproses, pelanggaran pidana pun diproses secara sejajar,” imbuhnya.

Kemudian, ia juga memberikan contoh dalam kasus yang sempat menyeret mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar.

“Ketika yang bersangkutan ditahan karena sangkaan korupsi setelah di-OTT, maka tanpa menunggu selesainya proses pidana, pelanggaran etiknya diproses dan dia diberhentikan dulu dari jabatannya sebagai hakim MK melalui sanksi etik,” terangnya.

Situasi tersebut kata Mahfud bisa semakin mempermudah pemeriksaan pidana terhadap yang bersangkutan.

“Karena dia tidak bisa cawe-cawe di MK,” tambahnya.

Lebih lanjut, Mahfud mengatakan bahwa beberapa lama setelah sanksi etik dijatuhkan terhadap Akil Mochtar, barulah dijatuhi hukuman pidana terhadapnya.

Alasan mengapa pelanggaran etik bisa berjalan berbarengan dengan kasus pelanggaran pidana, karena menurut Mahfud, pemeriksaan pidana sejatinya penanganannya lebih rumit.

“Pemeriksaan pidana itu lebih rumit sehingga lebih lama dari pemeriksaan pelanggaran etik. Jadi publik tak perlu khawatir, penyelesaian masalah etika ini malah akan mempermudah percepatan pemeriksaan pidananya jika memang ada dugaan dan sangkaan tentang itu,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.