Menko Mahfud MD Dukung Sinergitas Baznas, TNI dan BNPP

MoU BNPP TNI dan Baznas

JAKARTA, crowdpainter.com – Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Prof Mohammad Mahfud MD menyampaikan dukungannya terhadap sinergitas antara Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) bersama dengan Tengara Nasional Indonesia (TNI) dan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP).

Menurut Mahfud, keberadaan Baznas sangat penting bagi kepentingan masyarakat kecil, fakir miskin, terutama mereka yang berada di kawasan perbatasan negara.

“Dana BAZNAS bisa digunakan untuk pembangunan perbatasan, sehingga secara tidak langsung membantu orang miskin, membangun untuk kebaikan umat sesuai ajaran Islam untuk kemaslahatan umat, yaitu membangun NKRI tanpa membeda-bedakan,” kata Mahfud MD dalam penandatanganan Nota Kesepahaman tiga Lembaga yaitu BAZNAS, TNI dan BNPP tentang ‘Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat di Kawasan Perbatasan untuk Mendukung Pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia’ di Gedung Kemenko Polhukam, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (25/8).

Nota Kesepahaman ditandatangani oleh Menteri Dalam Negeri yang juga selaku Kepala BNPP Mohammad Tito Karnavian, Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa dan Ketua BAZNAS Noor Ahmad dengan. Hadi pula para komisioner BAZNAS, jajaran BNPP, TNI, dan kemenko Polhukam lainnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Baznas Noor Ahmad mengatakan bahwa pihaknya terus menjaga komitmen untuk mengabdikan diri kepada masyarakat. Seluruh akses dana yang dikumpulkan dari para dermawan diutaman untuk kepentingan para mustahik alias orang yang berhak menerima zakat.

“BAZNAS hadir ingin mengabdi untuk masyarakat, terutama di wilayah 3 T (terdepan, terluar dan tertinggal) yang termasuk mustahik, dan kami bekerja berdasarkan prinsip 3 A (aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI,” ujarnya.

Melalui program-program pemberdayaan mustahik perbatasan, BAZNAS memiliki tekad menjadikan 1.000 muzaki (pemberi zakat) baru di 20 kecamatan prioritas di perbatasan yang mengalami kemiskinan ekstrem. Berbagai program akan digaungkan untuk mendukung transformasi mustahik menjadi muzaki di perbatasan, yakni di antaranya sektor ekonomi, kesehatan, pendidikan dan dakwah, sosial kemanusiaan.

Sementara itu, Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa dalam acara tersebut menyampaikan bahwa seluruh prajurit yang dikerahkan khususnya yang ada di kawasan perbatasan wilayah Indonesia akan mendukung penuh program pemberdayaan manusia yang digalakkan oleh Bazanas.

“Kami punya pasukan, nanti sasaran-sasaran apa saja dan rencana pembangun fisik apa saja di perbatasan, kami siap di semua lini perbatasana yang dibutuhkan,” kata Panglima Andika.

Semua prajurit yang dikerahkan tersebut kata Jenderal Andika siap mengakomodir semua kebutuhan yang diperlukan oleh tim Baznas dan BNPP.

“Kami bisa custom pasukan kalau sudah tahu kebutuhan apa yang mau dibuat. Misalkan nanti membuat Rumah Sakit akan disiapkan dari Puskes AD atau Puskes AL selain dari pasukan di perbatasan,” sambungnya.

Di sisi lain, Menteri Dalam Negri yang juga selaku Kepala BNPP, Tito Karnavian menyampaikan apresiasinya kepada tim dari Baznas yang melakukan kerjasama yang positif tersebut dengan BNPP dan TNI.

Dengan kerjasama ini, ia mengatakan bahwa BNPP akan sangat terbantu dalam hal pendanaan untuk pengembangan dan pemberdayaan manusia di kawasan perbatasan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Saya apresiasi Baznas karena dengan Nota Kesepahaman ini, kami bisa mendapatkan sumber pendanaan non APBN. Mempercepat pembangunan di perbatasan untuk pemerataan pembangunan, adalah sesuai visi Presiden membangun dari pinggiran,” kata Tito.

Kemudian, Tito juga menekankan bahwa sudah menjadi tugas bersama bagaimana memperkuat perbatasan di Indonesia saat ini. Khususnya mengupayakan agar masyarakat di perbatasan mendapatkan kesejahteraannya.

“Kalau ekonominya kuat, maka pertahanan strategisnya akan kuat,” tambahnya.

Sekedar diketahui, bahwa nota kesepahaman tersebut mengatur lingkup kerjasama membangun perbatasan antara lain; Pembangunan ekosistem ekonomi terpadu terdiri atas pemberdayaan ekonomi pedesaan dan UMKM, pembangunan ekosistem kesehatan terpadu terdiri atas layanan kesehatan kuratif dan promotif, program pendidikan masyarakat perbatasan dan program beasiswa perbatasan, penyediaan rumah layak huni dan sumber air, sinergi menjadikan 1.000 orang muzaki baru di kecamatan Kawasan perbatasan negara dengan prioritas kemiskinan ekstrem.

Baznas dengan didukung oleh BNPP dan TNI melakukan sinergi pemberdayaan mustahik atau penerima zakat yang menyasar wilayah perbatasan. TNI dan BNPP selama ini telah menjadi garda terdepan di daerah perbatasan dan pesisir.

Kemudian, BAZNAS ikut membantu melalui program-program pemberdayaan masyarakat melalui dana zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya.

WhatsApp Image 2022 08 25 at 16.10.31

Wilayah bantuan BAZNAS di Perbatasan antara lain: Desa Seurapong, Kecamatan Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh, Desa Jirak, Kec. Sajad, Kab. Sambas, Prov. Kalimantan Barat, Desa Sulung, Kec. Sejangkung, Kab. Sambas, Prov. Kalimantan Barat, Kab. Kepulauan Meranti, Prov. Riau, Desa Sungai Limau, Kec. Sebatik Tengah, Kab. Nunukan, Prov. Kalimantan Utara, Desa Talawid, Kec Kendahe, Kabupaten Talawid, Provinsi Sulawesi Utara, Kelurahan Abepantai, Kecamatan Abepura, Kota Jayapura, Propinsi Papua, Desa Jenilu, Kec. Kakuluk Mesak, Kab. Belu, Prov. Nusa Tenggara Timur, Ambulans laut di Pulau Tanjung Balai Karimun, Kepri, Bantuan jaring nelayan di Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara.

Dalam rencana ke depannya, dalam waktu dekat BAZNAS akan melakukan pembangunan rumah sehat BAZNAS di Pulau Miangas, Kabupaten Talaud. Serta dengan penandatangan komitmen ketiga lembaga, maka upaya untuk menciptakan kawasan perbatasan yang lebih berdaya saing, diharapkan semakin lebih cepat terwujud.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.